Ada kala dimana manusia tersadar
sebentar dari kebutaanya di dunia dan membuatnya ingin pergi melangkah dari
tempat nyamannya untuk memperoleh petualangan. Aku tahu aku salah telah
dibiasakan oleh masa. Tak ada yang mampu kulakukan untuk mengulang masa itu
lagi. Aku dan kesesalanku, biarlah berdiri tegak menanti kekuatan baru datang.
Aku tahu kesedihanku tak ada
artinya jika aku hanya diam dalam kekelaman galau. Seberapa bisa aku menjadi
seseorang yang mampu berprinsip jika prinsip itu baru mau aku tumbuhkan. Maka
itu penentuan yang sudah kupilih harus aku pegang teguh walau seseorang
berusaha membuangnya. Hidup itu keras dan sudah aku alami agar aku bahagia.
Tanggung jawabku adalah untuk diriku sendiri.
Semua usaha yang kusenangi harus
kugarap dengan keyakinan agar semua tercapai karena setelah itu tercapai aku
akan bersiap memulai proyek baru. Akhirnya membuat aku yakin kalau apa yang aku
capai adalah bukan sesuatu yang sulit karena sebetulnya nafsuku bukanlah yang
aku butuhkan tetapi hatiku yang bersih akan noda yang aku citakan.
Semoga langkah yang sudah aku
putuskan berhasil membawaku kepada golongan kanan yang penuh kemuliaan. Tujuan
baik dari niat tulus yang baik meninggalkan kelalaian dan perusak hati. Apapun
yang terjadi tetap terhadang oleh kesabaran. Tak ada yang akan abadi di dunia
ini sebelum semua berakhiraku berkesempatan untuk menjadi manusia yang aku
sendiri tokohnya, yang aku sendiri penentunya.
Jika saja aku mencoba untuk
menjadi orang lain maka akulah yang merugikan diri ini menghilangkan sebuah
torehan yang semestinya aku buat dengan diriku sendiri. Entah itu untuk siapa,
tak tahu jalannya namun diri ini hanya akan tahu untuk melakukan sesuatu yang
sudah semestinya dilakukan dengan memandang baik buruk suatu perbuatan.
Salam Kehidupan.
Vegy Januarika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar