Rabu, 24 April 2013

Batas Hujan


                Fenomena alam yang sedikit aneh bertemu denganku di sebuah jalan menuju kota Manggar. Bagai mana tidak? Aku menyaksikan hujan lebat mengguyur wilayah yang tepat berada tepat dihadapanku saat itu. Aku menamainya batas hujan karena terasa jelas sekali sengat matahari menusuk kulit jaketku. Ku putar motorku dan mencari tempat persembunyian dari tetes-tetes mereka yang sebesar seruas jari kelingking.


Sebelum hujan sampai di titik perbaikan jalan

                Aku tersenyum tipis menertawakan hujan yang mengejarku dari belakang. Sebelum mereka sempat mendekapku aku sudah terlindung oleh atap pertokoan penduduk. Tak berapa lama ruas jalan sudah ranum oleh cairan dari langit.
                Aku pun melanjutkan perjalanan menuju komplek perkantoran pemerintah daerah Belitung timur untuk suatu urusan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar