Rabu, 21 Agustus 2013

Perang Karakter

Masyarakat merupakan salah satu lahan berkembangnya karakter dan integritas. Akan tetapi pertumbuhannya belum terpupuk sesuai dosis yang diperlukan masyarakat itu sendiri sehingga berefek degradasi bagi kalangan masyarakat tertentu khususnya remaja. Permasalahan ini mengerucut kepada minimnya tauladan atau panutan hebat masa kini yang mengharuskan remaja-remaja Indonesia mengiblatkan diri ke gaya hidup orang asing yang jauh lebih menarik. Alhasil, sikap dan moral remaja yang terbentuk tidak lagi sesuai dengan karakter orang timur.
Setelah itu akan banyak lahir tindak-tanduk buruk remaja yang berpondasikan pada praktek kehidupan di lingkungan sekitarnya. Walaupun praktek tersebut lebih banyak yang mengacu kearah negatif namun perkembangannya senantiasa menuai kesuksesan. Lalu jika kita ibaratkan praktek kehidupan tersebut ke dalam sebuah peperangan yang sama kuat maka disini terdapat pertentangan antara baik dan buruk. Dimana, kemenangan mutlak ditentukan oleh jumlah bala karakternya. Yang banyaklah yang menang dan yang sedikit akan mengalami keterpurukan.
Peperangan ini tidak membutuhkan peralatan secara fisik. Akan tetapi mental dan keberanian yang kuatlah menjadi taruhan disetiap pertarungannya. Perbanyakan karakter positiflah yang sedang kita butuhkan untuk memperkuat daya saing terhadap hal negatif. Oleh karena itu, tanamlah bibit-bibit karakter positif dimulai dari sendiri!
  Bagaimana caranya?
Mudah saja. Bibit-bibit itu bisa kita dapat dari diri kita sendiri dengan langkah menjalankan satu atau lebih karakter positif secara kontinu yang kemudian akan berubah menjadi sebuah kebiasaan. Dengan demikian peluang karakter positif untuk mengontrol kehidupan semakin nyata.
Setelah karakter memiliki integritas akibat sesuatu yang dilakukan secara berulang-ulang. Lalu diperlukan perluasan terhadap karakter positif ini dengan target sasaran berupa teman ataupun orang yang lebih muda. Adapun setelah karakter positif meluas dari suatu lingkungan ke lingkungan lain maka hal terakhir yang harus dilakukan adalah menjaga karakter itu tetap tumbuh dan berkembang. Penjagaan terakhir adalah pengetahuan yang dijejalkan dari anak usia dini hingga kalangan masyarakat yang tidak mengenyam pendidikan sekalipun.
Kekalahan dalam perang karakter ini hanya terletak pada satu sikap manusia yaitu MASA BODOH.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar