Kamis, 27 Februari 2014

MAPLE


Setelah mencari informasi sejauh ini dan sempat tinggal di Kanada selama kurang lebih tiga bulan, saya masih meyakini kalau bendera mereka adalah satu-satunya bendera yang menggunakan daun sebagai lambangnya. Sebagian besar bendera negara di dunia hanya menggunakan pola warna, bulan atau pun bintang, tetapi tidak dengan salah satu negara empat musim ini. Mereka menggunakan daun Maple sebagai simbol khusus negara mereka.

Kenapa harus daun?

Ini daun bukan sembarang daun. Daun Maple merupakan sebuah simbol keeleganan bagi masyarakat Kanada. Katanya, daun Maple tersebut merupakan lambang dari kekuatan dan ketahan negara mereka. Selain di bendera, lambang Maple juga digunakan pada lencana kemiliteran Kanada.

Maple memiliki beraneka jenis. Tumbuhan ini tidak hanya tumbuh di Kanada saja, tetapi juga tumbuh di beberapa negara dingin lainnya. Misalnya di Jepang, pohon Maple lebih dikenal dengan sebutan Momiji, di mana ada acara tersendiri dalam menikmatinya. Di Kanada sendiri Maple juga beraneka ragam, warna, dan corak. Walaupun tidak ada waktu khusus untuk mengagumi dedaunan Maple yang jatuh ketika musim gugur, Canadian tetap bisa memuji suasana romantis Maple ketika berjalan menuju kantor.

Saya jadi teringat ketika pertama kali naik bis sekolah di Nova Scotia. Saat itu saya tidak mampu memalingkan wajah saya dari pemandangan di sepanjang perjalanan menuju Tatamagouche, tempat kami mengadakan camp selama tiga hari. Jika biasanya dari Jakarta ke Bandung dengan menggunakan bis travel kita akan disuguhi pemandangan hijaunya Indonesia, maka kali ini mata saya benar-benar dimanjakan warna-warni daun maple yang berjejer sepanjang jalan. Ada merah, jingga, kuning, hijau, ungu, sungguh beraneka ragam sekaligus indah bagi saya yang masih awam.

Double attractive! Selain indah ketika daunnya masih melekat di pohon, keindahan kedua yang terasa menyentuh jiwa adalah ketika daun tersebut berguguran ke tanah membiarkan cabang pohon meranggas. Terdapat situasi tersendiri ketika pohon Maple berdiri tegak tanpa daun apalagi ketika salju mulai turun, pohon Maple akan sangat terasa lebih sejuk dipandang. Sehingga, akan sangat rugi sekali jika momen musim gugur di bawah pohon Maple tidak diabadikan dalam album kenangan. Oleh karena itu saya memanfaatkan kesempatan yang satu ini untuk berfoto bersama Fanny (counterpart) sehabis upacara sumpah pemuda di dekat monumen pahlawan.

Hal terakhir yang masih berhubungan dengan Maple adalah sirupnya.  Sirup ini sudah popular di telinga masyarakat, tetapi tidak dengan saya. Saya masih kaget ketika mengetahui perihal tentang sirup Maple. Saat sleepover di salah satu tempat homestay teman saya, paginya kami disuguhi dengan pancake buatan Darcy (Host Family). I swear, this pancake is the best pancake I ever eat. Ternyata, pancake buatan Darcy jauh lebih nikmat ketika diguyur dengan sirup maple. Saya pun tak kuasa melupakan momen tersebut dan rasanya ingin segera kembali ke sana.


Jumat, 21 Februari 2014

My Profile



Vegy Januarika was born in Belitung Island, Indonesia on 5th January 1994. She has two sisters who stay in Belitung Island with her parents. She was graduated from SMAN 1 Pemali in Bangka Island. Now, she is a Japanese Deparment student and a Young Research Club member in State University of Jakarta.

Vegy loves sports. She was a gymnastic athlete from 4th grade until four years after. She got about fourteen medals on her gymnastic career. In other hand she is the best female fighter at Bangka Belitung province championship in 2009.


She was a participant in Indonesia Canada Youth Exchange Program 2012-2013. As an Indonesian youth ambassador, she and her groups brought Indonesian culture outside the world. They live together for six months and it made a strong bonding between Indonesian and Canadian youngster.



Another her hobbies besides sports are books, art and scholarship. She likes to know new thing from elsewhere, moreover about science. Too much science could made saturation. That is why she would listen to the music or sketch when feeling down.


Her dream is become the 21th century’s best scientist in the world. It started by learning Japanese language.


Sabtu, 19 Oktober 2013

Garbage on my thought in Jakarta

I was remembered about my new senior in University State of Jakarta. I met a senior who interviewed me for major, Japenese language. He gave me two paper sheets to fills out. One paper sheet has some question to be answer. One question that I still remember most is, “what would we change for Jakarta at first?”
Ya… Jakarta as first city in Indonesia has a lot and bunch problem such as poverty, criminality, traffic jam, pollution or even the government itself. I really love Jakarta for exactly but the only thing that I wish could disappear quickly is GARBAGE.
We could find garbage everywhere in Jakarta even when we in the best area instead. It is not because of the system doesn’t work well for the citizen but it’s about the human who life in there.
I said something like that doesn’t mean I judge the problem caused from the human only. Both of system even human should be connected each other to create a balance.
Some of people already know the fact that throwing garbage to the garbage bin is the best. In other hand, “system” couldn’t make it easy. Most of Indonesian prefers throwing their garbage as soon as after they use it. In this situation, we cannot lie that Indonesia has no technique to place the garbage bin in the certainly spot. I often found lots of flower in vase garden died or even undetected anymore because of the garbage.  A scene which full of garbage is also commonplace along water barrage.
We certainly focusing our vision to build and build the main thing only such as education, social, politic, culture etc. Nowadays, we totally forget to build the garbage last discharge up.
Well, today I probably just said about it without a real action from me. But I believe in other day I’ve work on it and at least someone read my opinion and has the same thought with me and they will continue what I did after.

Sabtu, 31 Agustus 2013

Pure, No Recipe on My Hand

Saturday morning is a free day in my this life. So, i'm going to market near my rent house. I bought corn, lettuce, string bean, chili, onion, garlic and chicken stock.
I have no idea what it would be after u cook it with my super mini magic com. It's my first time cooking with it and the result surprising me tough. You could ask me to make it more if you meet me,,, :D with my pleasure, i would happy to cook it for anyone but i'll not use my money to buy the ingredients.
Well, here it is.... "Coupy Corn ala Gege" ...


As a student who far from her home, it's enough for lunch. The taste isn't that bad. I could taste the salt melted everywhere in my mouth and also the sweet corn made the taste complete.
So yummm.....

Selasa, 27 Agustus 2013

A New University Student

                Hi…
                It’s me again, a student of State University of Jakarta. In this chance I would love to tell about my planning so far.
                I was accepted at the University especially Japanese major. I’ll make some friends in my class or even at my University. I love to know the other language at my faculty, art and language faculty. There are English, Germany, Arabian, French and Indonesia. I’ll learn some or all of them outside my study on Japanese.
                I also love to become a member of young scientist group. I have an abstract big plan. Hopefully, it could help me to develop what I’ve thought. All the groups of extra activities already introduce their program and what’s on them. I also interest at broadcast, art, journalist, and sport. But, I have consideration about all of them. Broadcast isn’t the one that could make up my skill on chat, I have another way to do that. I could learn art by internet or from art student. Journalist could be fun from outside because a lot of magazine or newspaper has a special space for outsider. Taekwondo, I could join the team near here. The only thing that I could not the fourth things is I should become a committee of it and I decided already. I’ll join young scientist group.
                How’s it? Is that sounds great?
                Well, I hope it could make my skill up, up and up. Never give up always stand up to bring this Indonesia up to the world.
                Finally…

                ‘succeed’ is a worth and we should pay it on the right side. 

Rabu, 21 Agustus 2013

Perang Karakter

Masyarakat merupakan salah satu lahan berkembangnya karakter dan integritas. Akan tetapi pertumbuhannya belum terpupuk sesuai dosis yang diperlukan masyarakat itu sendiri sehingga berefek degradasi bagi kalangan masyarakat tertentu khususnya remaja. Permasalahan ini mengerucut kepada minimnya tauladan atau panutan hebat masa kini yang mengharuskan remaja-remaja Indonesia mengiblatkan diri ke gaya hidup orang asing yang jauh lebih menarik. Alhasil, sikap dan moral remaja yang terbentuk tidak lagi sesuai dengan karakter orang timur.
Setelah itu akan banyak lahir tindak-tanduk buruk remaja yang berpondasikan pada praktek kehidupan di lingkungan sekitarnya. Walaupun praktek tersebut lebih banyak yang mengacu kearah negatif namun perkembangannya senantiasa menuai kesuksesan. Lalu jika kita ibaratkan praktek kehidupan tersebut ke dalam sebuah peperangan yang sama kuat maka disini terdapat pertentangan antara baik dan buruk. Dimana, kemenangan mutlak ditentukan oleh jumlah bala karakternya. Yang banyaklah yang menang dan yang sedikit akan mengalami keterpurukan.
Peperangan ini tidak membutuhkan peralatan secara fisik. Akan tetapi mental dan keberanian yang kuatlah menjadi taruhan disetiap pertarungannya. Perbanyakan karakter positiflah yang sedang kita butuhkan untuk memperkuat daya saing terhadap hal negatif. Oleh karena itu, tanamlah bibit-bibit karakter positif dimulai dari sendiri!
  Bagaimana caranya?
Mudah saja. Bibit-bibit itu bisa kita dapat dari diri kita sendiri dengan langkah menjalankan satu atau lebih karakter positif secara kontinu yang kemudian akan berubah menjadi sebuah kebiasaan. Dengan demikian peluang karakter positif untuk mengontrol kehidupan semakin nyata.
Setelah karakter memiliki integritas akibat sesuatu yang dilakukan secara berulang-ulang. Lalu diperlukan perluasan terhadap karakter positif ini dengan target sasaran berupa teman ataupun orang yang lebih muda. Adapun setelah karakter positif meluas dari suatu lingkungan ke lingkungan lain maka hal terakhir yang harus dilakukan adalah menjaga karakter itu tetap tumbuh dan berkembang. Penjagaan terakhir adalah pengetahuan yang dijejalkan dari anak usia dini hingga kalangan masyarakat yang tidak mengenyam pendidikan sekalipun.
Kekalahan dalam perang karakter ini hanya terletak pada satu sikap manusia yaitu MASA BODOH.

Hymne UNJ, Mars UNJ dan Totalitas Perjuangan

Tahun ini saya kembali mencoba peruntungan pada SBMPTN 2013. Saya memilih jurusan Bahasa Jepang dan sosiologi. alhamdulillah, pilihan pertama saya tembus dan saat ini saya sedang mengajari diri saya untuk hidup dalam keadaan jauh dari keluarga.
Adapun yang ingin saya sampaikan di sini adalah lagu-lagu yang wajib diketahui oleh mahasiswa baru Universitas Negeri Jakarta. Lagu-lagu itu adalah Hymne UNJ, Mars UNJ dan totalitas perjuangan. Ketiga lagu tersebut bagaikan lagu wajib yang perlu diketahui mahasiswa UNJ.

Ini dia liriknya

***

Hymne UNJ

Dengan rasa haru kami panjatkan
KehadiratMu Tuhan
Syukur dan doa

Dengan rasa bangga kami baktikan
Iman, ilmu dan amal
Bagi negara

Dalam hati kami semua teguh bertekad Satu
Junjung tinggi Universitas Negeri Jakarta
Junjung tinggi Universitas Negeri Jakarta


Mars UNJ

Dengarlah derap gembira
Suara langkah bersama
Universitas Negeri Jakarta
Dalam bakti tri darma

Membimbing sumber daya kita
Mendidik tunas-tunas bangsa
Kembangkanlah sayap ilmu sepanjang hayat kita
Semoga dirgahayu
Universitas Negeri Jakarta


Totalitas Perjuangan

Kepada para mahasiswa
Yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan 
Di persimpangan jalan

Kepada pewaris peradaban 
Yang telah menggoreskan
Sebuah catatan kebanggaan
Di lembar sejarah manusia

Reff:
Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun ke jalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk negeri tercinta