Kamis, 27 Februari 2014

Island Marathon

Canada World Youth marathon Volunteer information


With Kara Grant



Transportation to PEI national park :
Meet at thé box offiçe entrance of thé confédération centre at 6:50 am.
Note : that there are two buses marked for gear; three buses returning to Charlottetown. All of thé participants should get on one of thé three buses returning to Charlottetown. There should be à sign in thé window of thé bus that they should take (read "Canada World Youth Volunteers, but you should check with bus drivers if you don't see à sign.

Thé buses départ at 7:00 am. Once thé buses stop at brackley to let thé racers off, kara Grant will get on thé bus to do a rôle Call and let you know where you're getting off.

thé bus will continue to thé water stations along thé route to drop off thé Volunteers. À parks Canada employée Will be at Each location to meet thé CWY Volunteers that are working with thèm.

Water stations:
Parks canada staff and Canada World Youth will be covering three water stations:

MAPLE


Setelah mencari informasi sejauh ini dan sempat tinggal di Kanada selama kurang lebih tiga bulan, saya masih meyakini kalau bendera mereka adalah satu-satunya bendera yang menggunakan daun sebagai lambangnya. Sebagian besar bendera negara di dunia hanya menggunakan pola warna, bulan atau pun bintang, tetapi tidak dengan salah satu negara empat musim ini. Mereka menggunakan daun Maple sebagai simbol khusus negara mereka.

Kenapa harus daun?

Ini daun bukan sembarang daun. Daun Maple merupakan sebuah simbol keeleganan bagi masyarakat Kanada. Katanya, daun Maple tersebut merupakan lambang dari kekuatan dan ketahan negara mereka. Selain di bendera, lambang Maple juga digunakan pada lencana kemiliteran Kanada.

Maple memiliki beraneka jenis. Tumbuhan ini tidak hanya tumbuh di Kanada saja, tetapi juga tumbuh di beberapa negara dingin lainnya. Misalnya di Jepang, pohon Maple lebih dikenal dengan sebutan Momiji, di mana ada acara tersendiri dalam menikmatinya. Di Kanada sendiri Maple juga beraneka ragam, warna, dan corak. Walaupun tidak ada waktu khusus untuk mengagumi dedaunan Maple yang jatuh ketika musim gugur, Canadian tetap bisa memuji suasana romantis Maple ketika berjalan menuju kantor.

Saya jadi teringat ketika pertama kali naik bis sekolah di Nova Scotia. Saat itu saya tidak mampu memalingkan wajah saya dari pemandangan di sepanjang perjalanan menuju Tatamagouche, tempat kami mengadakan camp selama tiga hari. Jika biasanya dari Jakarta ke Bandung dengan menggunakan bis travel kita akan disuguhi pemandangan hijaunya Indonesia, maka kali ini mata saya benar-benar dimanjakan warna-warni daun maple yang berjejer sepanjang jalan. Ada merah, jingga, kuning, hijau, ungu, sungguh beraneka ragam sekaligus indah bagi saya yang masih awam.

Double attractive! Selain indah ketika daunnya masih melekat di pohon, keindahan kedua yang terasa menyentuh jiwa adalah ketika daun tersebut berguguran ke tanah membiarkan cabang pohon meranggas. Terdapat situasi tersendiri ketika pohon Maple berdiri tegak tanpa daun apalagi ketika salju mulai turun, pohon Maple akan sangat terasa lebih sejuk dipandang. Sehingga, akan sangat rugi sekali jika momen musim gugur di bawah pohon Maple tidak diabadikan dalam album kenangan. Oleh karena itu saya memanfaatkan kesempatan yang satu ini untuk berfoto bersama Fanny (counterpart) sehabis upacara sumpah pemuda di dekat monumen pahlawan.

Hal terakhir yang masih berhubungan dengan Maple adalah sirupnya.  Sirup ini sudah popular di telinga masyarakat, tetapi tidak dengan saya. Saya masih kaget ketika mengetahui perihal tentang sirup Maple. Saat sleepover di salah satu tempat homestay teman saya, paginya kami disuguhi dengan pancake buatan Darcy (Host Family). I swear, this pancake is the best pancake I ever eat. Ternyata, pancake buatan Darcy jauh lebih nikmat ketika diguyur dengan sirup maple. Saya pun tak kuasa melupakan momen tersebut dan rasanya ingin segera kembali ke sana.


Jumat, 21 Februari 2014

My Profile



Vegy Januarika was born in Belitung Island, Indonesia on 5th January 1994. She has two sisters who stay in Belitung Island with her parents. She was graduated from SMAN 1 Pemali in Bangka Island. Now, she is a Japanese Deparment student and a Young Research Club member in State University of Jakarta.

Vegy loves sports. She was a gymnastic athlete from 4th grade until four years after. She got about fourteen medals on her gymnastic career. In other hand she is the best female fighter at Bangka Belitung province championship in 2009.


She was a participant in Indonesia Canada Youth Exchange Program 2012-2013. As an Indonesian youth ambassador, she and her groups brought Indonesian culture outside the world. They live together for six months and it made a strong bonding between Indonesian and Canadian youngster.



Another her hobbies besides sports are books, art and scholarship. She likes to know new thing from elsewhere, moreover about science. Too much science could made saturation. That is why she would listen to the music or sketch when feeling down.


Her dream is become the 21th century’s best scientist in the world. It started by learning Japanese language.