Kamis, 03 Maret 2016

Jam Karet

This is about how we do in organization meeting.

We are agree to meet at some place at 7 PM o'clock. And it starts at 9 PM. It starts with retalk about what we have talk before. And finally, some elder people come at 10 PM. And he ask about what we have talk then we talking about the same thing almost three times.

There are nothing much that we can talk about. We finished at 10.30 and the result is we have to look into tomorrow condition. How much kids would come then how much food we should serve and how can we success the event with just limited budget.

Another situation is here in my lovely campus. As a fellowship student we have to attend a workshop. They said it starts at 1 o'clock but in fact it starts at 1.49. I think this condition just wasting our time.

I was so angry about it. How come even an university cant make an event in time. A lot of unimportant chit-chat.

Next "jam karet" its happen again in my class. This is about our study tour plan for April 16th 2016. We are agree to start our discussion at 1 o'clock but we are not start yet in time because of some of us are not coming yet or not coming back to class again.

This is the really bad thing that i hate so much. Nobody seems care about other peoples time to rest or to have their private time. I hate this situation until I can't stand any even which is handled by people I know so weak about respecting time. What do you think we should do to decrease this kind of weakness?

I call this such a weakness because when we are not respecting time, even other people's work can't run properly. Which means we throw away our glorious time just to sit down and doing nothing except waiting.

But, everything has its own strength amd weakness. I said this 'jam karet' too has its own strength. You now what? If you are in my condition, then you will able to remind your self about what kind of even you should jump in and not.

Maybe, that is the good thing when you are in my condition. You will be able to choose to walk on your own way as you are.

Sabtu, 06 Februari 2016

MABIT

Malam Bina Iman dan Taqwa

Kali ini saya dan teman-teman KKN alias internship program melaksanakan MABIT. Adapun asal muasalnya kami melaksanakan kegiatan ini adalah karena adanya ajakan dari tokoh setempat guna membangun karakter anak-anak agar menjadi lebih baik dan menjadi anak yang lebih berguna dimasa yang akan datang. Awal rapat demi kepentingan Mabit lebih sering dilaksanakan oleh enam orang anak laki-laki yang ada di kelompok desa kami dengan ustad dan tokoh setempat. Kemudian pergerakan menggalang dana terus dimulai hingga akhirnya terkumpullah dana yang sebetulnya mengharuskan kami untuk lebih memutar otak agar acara berjalan sebagaimana mestinya.

Acara kali ini diadakan di Masjid Jamie Al-Falah desa Wantilan kecamatan Cipendeuy, Jawa Barat. Pada hari sabtu tanggal 7a Februari 2016 pukul 15.30 dimulai dengan sholat ashar bersama. Kemudian dilanjutkan dengan pembukaan dan sambutan-sambutan oleh ketua pelaksana, penanggung jawab serta pejabat daerah setempat. Lalu dilanjutkan dengan tilawatil Quran, tausiyah dan sholat maghrib bersama.

Cuaca tidak sepenuhnya mendukung, musim hujan masih senang menyinggahi Februari. Namun semangat serta kegigihan tidak melumpuhkan keinginan kami untuk menyelesaikan apa yang telah kami mulai. Acara berlanjut terus hingga makan malam dan motivasi dari kami selaku kakak-kakak yang melaksanakan kegiatan bermasyarakat di desa Wantilan. Setelah video motivasi diputarkan, semua adik-adik kami yang berjumlah kurang lebih 200 orang tidur malam.

Setelah pagi menjelang, pukul 03.00 kami semua mulai bangun untuk melaksanakan sholat tahajud dan kemudian mendengarkan ceramah dari pak Ustadz Ruslan. Kemudian dilanjutkan dengan sholat subuh bersama dan tadarus bersama. Acara berlanjut dengan morning fresh with a health breakfast. Lalu tafakur alam dengan berjalan ke bukit terdekat.

Peserta kembali lagi ke Masjid lalu makan berat kemudian sholat duha bersama dan berlanjut dengan penyuluhan mengenai demam berdarah alias dengue fever.
Acara selesai tepat tengah hari, setelah semua tubuh sudah terasa lengket dan bau badan bercampur baur akhirnya satu per satu anak keluar masjid dengan riang.

Sampai jumpa semuanya, semoga amal ibadah yang kita jalankan diterima dan kita bisa kembali dalam keadaan suka cita.

Selasa, 02 Februari 2016

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck


Malam itu, kami semua sepakat untuk menonton bersama di sela-sela penatnya menjalani KKN. Aku, Dinda, Nur, Afifa, dan Nida setuju untuk menonton film tenggelamnya kapal van der wijck. Kabel speaker yg lebih besar disambungkan ke laptop. Sementara lampu dimatikan hingga serasa suasana bioskop kecil-kecilan.

Film di awali dengan kebingungan seorang anak laki-laki campuran minang dan makassar. Di makassar dirinya ditolak sebagai orang makassar sehingga dia bertekad untuk pergi ke padang dan menapaki jejak-jejak kampung halaman bapaknya. Di sanalah kemudian dia bertemu dengan seorang bungo kampuang bernama Hayati. Hayati cantik dan baik hati tapi sayang kekuatan adat istiadat mengalahkan cinta Zainuddin terhadapnya.

Janji besar dipatahkan begitu saja oleh Hayati. Dia pergi menikahi pria kaya dari kalangannya sendiri yang bernama Aziz. Aziz tidaklah sebaik yang Hayati bayangkan, dia pejudi berat. Akan tetapi Hayati telah memilih bahwa tanpa kekayaan dia tidak bisa hidup bahagia.

Dengan setengah gila, Zainuddin bangkit dari keterpurukannya. Dia meninggalkan tanah minang dan merantau ke Batavia. Batavia memberikan kebebasan yang lebih baginya untuk memulai karir. Dia menulis dan menuangkan keperihan hatinya ke dalam tulisan yang membombardir dunia sastra indonesia kala itu.

Bersama dengan kesuksesan Zainuddin sebagai penulis dia pun ditawari perusahaan cetak yang terabaikan di Surabaya. Gayung bersambut hati gembira, selangkah demi selangkah kredibilitasnya naik dan terus menjadi orang terpandang di tempatnya.
Disisi lain, Aziz dipindahtugaskan ke Surabaya dan menetap di sana. Pertemuan tidak terelakkan antara Hayati dan Zainuddin.

Aziz dan Hayati diundang ke pesta yang digelar oleh Zainuddin. Aziz yang menemui kebangrutan akhirnya mengakui kesuksesan Zainuddin dan pada akhirnya meminta pertolongannya jua setelah terusir dari rumahnya sendiri. Mereka berdua ditanggung hidupnya oleh Zainuddin. Telah sebulan berlalu akhirnya Aziz jatuh sakit lantaran malu dengan dirinya sendiri.

Aziz kemudian meninggalkan surabaya untuk memulai karirnya kembali. Akan tetapi dia gagal dan putus asa hingga bunuh diri. Kemudian melepaskan Hayati untuk Zainuddin. Zainuddin yang marah memutuskan untuk memulangkan Hayati ke Padang menggunakan kapal Van Der Wijck. Naas, kapal tersebut tenggelam begitu juga cinta Zainuddin dan Hayati.

Zainuddin berlari ke tempat korban-korban tenggelamnya kapal tersebut mencoba menarik kembali benang yang telah putus. Tetapi benang yang putus tidaklah lagi tergapai oleh tangan. Hayati meninggal dunia di pangkuan Zainuddin dengan mengatakan kembali cintanya yang tak sampai. "Selamat tinggal Zainuddin, semoga kelak cinta kita kembali dipertemukan di surga".

That was a great Indonesian movie I ever watch. It also become my first best list now.

It finished but the bad thing happend before the movie ended. A boy from my grup coming home. We shock because no one of us wearing our hijab. It's just like an earthquake.

Jumat, 20 November 2015

今の女の子

立てばしゃくやく、座ればぼたん、歩く姿はゆりの花

現在、そんな女の子はあるかなあ。

君、散歩して、キレイな女の子を会うと、本当に元身体かどうか分からない。

それに、化粧している。

そんなことわざみたいな女になるため、大丈夫だと思う。

親切でキレイになったら、もっとカンペキだろう!

Minggu, 01 November 2015

Sebuah tulisan kecil 4 tahun yang lalu

Well, I didn't realized how long i keep this paper to me and it's 4 years ago. A small thinking which proved how care i am to the public problem.

Allahlah pemilik langit dan bumi.
Namun mengapa selalu dirusak. 
Bukankah wajah bisa awet muda jika dirawat. 
Begitu pula dengan bumi ini. 

Pantas saja mukamu cepat berkeriput jikalau tak pernah kau poles.
Begitu juga bumi, setiap hari perutnya kau cabik-cabik, pohonnya kau tebangi, lautnya kau kotori dengan zat-zat kimia yang meracuni.

Aku makan buah dari pohon yang dibantu bumi hidup.
Akankah pohon itu hidup jika tidak ada tanah?
Allahlah yang telah menurunkan hujannya agar tumbuhan subur bumi pun tampak awet muda dengan akar-akar yang menancap di permukaannya.
Tumbuhan itu tidak berpindah tempat namun dia juga hidup. (Subhanallah)

Tidakkah kita mengambil pelajaran dari burung yang terbang dengan mengepakkan sayapnya?
Tidakkah kita perhatikan bunga-bunga yang bermekaran?
Apakah manusia hanya bisa hidup di antara struktur bangunan?
Yang menghabiskan lahan dan pepohonan.
Pernahkan kau pikir bentuk lahan tersebut sebelum bangunan didirikan?

Alangkah kejam manusia di bumi ini.
Mengambil tempat hidup mahluk lain.

Bagaimana cara membuat mesin menjadi tidak berfungsi? Bukan tidak berfungsi, hanya saja mengganti itu menjadi ramah lingkungan dan tidak mengeluarkan racun.

Bisakah manusia bekerja tanpa mesin?

Bak mobil yang bila diisi bensin akan mengeluarkan asap beracun.
Sekarang bagaimana cara kita mengganti bahan bakar itu agar tidaj menjadi beracun. 
Pastinya ada sesuatu yang lebih baik dan paling baik.
Bisakah mobil bergerak dari daun-daun yang berguguran?
Kita harus mencari solusi terbaik dari apa yang telah diciptakan oleh manusia zaman dahulu karena yang mereka ciptakan mempermudah sekaligus merugikan kehidupan.

Tidakkah hal seperti ini menjadi tanggung jawab kita semua?



Jaga tanah air, jaga bumi.
Bumi bulat dan berputar.
Tidak ada satupun yang tahu kapan bumi berakhir.
Dan, mulailah dari hal terkecil.


Minggu, 27 September 2015

A Weakness to Remember

 Which one is your weakness? Do you ever feel angry to yourself when you realize that you are not a good one at all. There is a people who just a step in front of you. What will you do if that time is the final where you meet that people in an event. I doubt you'll be crazier to step ten times more.
 But, when you are already ten times in front of her, you found that she's not there anymore to challenge you. Will you able to stop the time or back to the time where you just one step behind? Will you let everyone know about this? If it's me. I wont let it go. No Way!!!


Some people of this picture may happy, some of them maybe look okay but sad but me, I feel painful when I know my weakness and I promise my self to grow it up.


For all of you who ever feel the same thing like I was, be strong and never stop learn till you ten step more. 

J_Vegy
21.39 27/09/2015
Jakarta

Budaya Kolot Orang Indonesia

Akhir-akhir ini saya mendengar berita tentang berbagai hal mengenai kepemimpinan Ahok di DKI Jakarta. Ketika segala masalah mencuat mengenai ibu kota, namanya senantiasa merebak di media. Sebagian orang pro dan sebagian yang lain kontra.
            Dari sekian banyak kasus yang terjadi, saya tertarik untuk mengangkat peristiwa penolakan perda tentang “berjualan kambing kurban di tanah abang”. Tidak ada masalah dengan kegiatan jual beli yang dilakukan oleh para pedagang hewan kurban. Hanya saja, lokasi yang menjadi perdebatan. Ahok menyediakan lapang untuk berjualan sedangkan para pedagang menginginkan budaya berjualan hewan kurban di pinggir jalan tetap dilaksanakan.
            Terlepas dari ahok beragama bukan Islam, pinggir jalan adalah lokasi strategis yang seringkali mengundang urat leher menegang. Bagi anda yang tinggal di DKI Jakarta pasti tahu betul keseringan macet yang terjadi dan sedikit banyak sudah mengerti beberapa penyebab kemacetan. Salah satunya adalah budaya seperti ini. Meskipun hanya beberapa saat tetap saja akan menimbulkan kemacetan.
            Bayangkan jika semua orang pada waktu yang sama berbondong-bondong pergi ke tanah abang untuk membeli kambing. Maka pada saat itu para pembeli akan menempatkan kendaraannya dimana lagi selain di depan kios dadakan tersebut. Otomatis jalan macet dan para pengendara yang sebelumnya sudah mengalami kemacetan harus terus menerus mengalami kemacetan yang menimbulkan sedikit penyakit psikis tanpa disadari.
            Tidak hanya itu, polusi bau kambing beserta kotorannya akan mengurangi kenyamanan bernafas. Belum lagi jika hewan yang dijual tersebut sakit, maka tidak menutup kemungkinan penyakit dari kambing bisa berpindah ke manusia melalui udara. Apa anda suka bau kambing?
            Kerugian lain yang terjadi selain mengganggu lalu lintas dan membuat polusi adalah budaya kolot orang Indonesia bertahan. Jangan marah-marah kalau nanti rupiah terus melemah, sedikit demi sedikit krisis ekonomi, sedikit-sedikit krisis pangan, hingga lama-lama krisis pernafasan. Jika budaya kolot seperti ini dipertahankan, maka berbagai aspek kehidupan tidak melaju. Negara lain terus bergerak karena senantiasa memperbaharui kejanggalan-kejanggalan kondisi yang tidak logis. Maka dari itu, ketika para pedagang kambing memilih untuk mempertahankan budayanya maka jangankan bergeser kearah perekonomian maju, kata berubah hanya menjadi omong kosong belaka.