Well, I didn't realized how long i keep this paper to me and it's 4 years ago. A small thinking which proved how care i am to the public problem.
Allahlah pemilik langit dan bumi.
Namun mengapa selalu dirusak.
Bukankah wajah bisa awet muda jika dirawat.
Begitu pula dengan bumi ini.
Pantas saja mukamu cepat berkeriput jikalau tak pernah kau poles.
Begitu juga bumi, setiap hari perutnya kau cabik-cabik, pohonnya kau tebangi, lautnya kau kotori dengan zat-zat kimia yang meracuni.
Aku makan buah dari pohon yang dibantu bumi hidup.
Akankah pohon itu hidup jika tidak ada tanah?
Allahlah yang telah menurunkan hujannya agar tumbuhan subur bumi pun tampak awet muda dengan akar-akar yang menancap di permukaannya.
Tumbuhan itu tidak berpindah tempat namun dia juga hidup. (Subhanallah)
Tidakkah kita mengambil pelajaran dari burung yang terbang dengan mengepakkan sayapnya?
Tidakkah kita perhatikan bunga-bunga yang bermekaran?
Apakah manusia hanya bisa hidup di antara struktur bangunan?
Yang menghabiskan lahan dan pepohonan.
Pernahkan kau pikir bentuk lahan tersebut sebelum bangunan didirikan?
Alangkah kejam manusia di bumi ini.
Mengambil tempat hidup mahluk lain.
Bagaimana cara membuat mesin menjadi tidak berfungsi? Bukan tidak berfungsi, hanya saja mengganti itu menjadi ramah lingkungan dan tidak mengeluarkan racun.
Bisakah manusia bekerja tanpa mesin?
Bak mobil yang bila diisi bensin akan mengeluarkan asap beracun.
Sekarang bagaimana cara kita mengganti bahan bakar itu agar tidaj menjadi beracun.
Pastinya ada sesuatu yang lebih baik dan paling baik.
Bisakah mobil bergerak dari daun-daun yang berguguran?
Kita harus mencari solusi terbaik dari apa yang telah diciptakan oleh manusia zaman dahulu karena yang mereka ciptakan mempermudah sekaligus merugikan kehidupan.
Tidakkah hal seperti ini menjadi tanggung jawab kita semua?
Jaga tanah air, jaga bumi.
Bumi bulat dan berputar.
Tidak ada satupun yang tahu kapan bumi berakhir.
Dan, mulailah dari hal terkecil.