Jumat, 20 November 2015

今の女の子

立てばしゃくやく、座ればぼたん、歩く姿はゆりの花

現在、そんな女の子はあるかなあ。

君、散歩して、キレイな女の子を会うと、本当に元身体かどうか分からない。

それに、化粧している。

そんなことわざみたいな女になるため、大丈夫だと思う。

親切でキレイになったら、もっとカンペキだろう!

Minggu, 01 November 2015

Sebuah tulisan kecil 4 tahun yang lalu

Well, I didn't realized how long i keep this paper to me and it's 4 years ago. A small thinking which proved how care i am to the public problem.

Allahlah pemilik langit dan bumi.
Namun mengapa selalu dirusak. 
Bukankah wajah bisa awet muda jika dirawat. 
Begitu pula dengan bumi ini. 

Pantas saja mukamu cepat berkeriput jikalau tak pernah kau poles.
Begitu juga bumi, setiap hari perutnya kau cabik-cabik, pohonnya kau tebangi, lautnya kau kotori dengan zat-zat kimia yang meracuni.

Aku makan buah dari pohon yang dibantu bumi hidup.
Akankah pohon itu hidup jika tidak ada tanah?
Allahlah yang telah menurunkan hujannya agar tumbuhan subur bumi pun tampak awet muda dengan akar-akar yang menancap di permukaannya.
Tumbuhan itu tidak berpindah tempat namun dia juga hidup. (Subhanallah)

Tidakkah kita mengambil pelajaran dari burung yang terbang dengan mengepakkan sayapnya?
Tidakkah kita perhatikan bunga-bunga yang bermekaran?
Apakah manusia hanya bisa hidup di antara struktur bangunan?
Yang menghabiskan lahan dan pepohonan.
Pernahkan kau pikir bentuk lahan tersebut sebelum bangunan didirikan?

Alangkah kejam manusia di bumi ini.
Mengambil tempat hidup mahluk lain.

Bagaimana cara membuat mesin menjadi tidak berfungsi? Bukan tidak berfungsi, hanya saja mengganti itu menjadi ramah lingkungan dan tidak mengeluarkan racun.

Bisakah manusia bekerja tanpa mesin?

Bak mobil yang bila diisi bensin akan mengeluarkan asap beracun.
Sekarang bagaimana cara kita mengganti bahan bakar itu agar tidaj menjadi beracun. 
Pastinya ada sesuatu yang lebih baik dan paling baik.
Bisakah mobil bergerak dari daun-daun yang berguguran?
Kita harus mencari solusi terbaik dari apa yang telah diciptakan oleh manusia zaman dahulu karena yang mereka ciptakan mempermudah sekaligus merugikan kehidupan.

Tidakkah hal seperti ini menjadi tanggung jawab kita semua?



Jaga tanah air, jaga bumi.
Bumi bulat dan berputar.
Tidak ada satupun yang tahu kapan bumi berakhir.
Dan, mulailah dari hal terkecil.


Minggu, 27 September 2015

A Weakness to Remember

 Which one is your weakness? Do you ever feel angry to yourself when you realize that you are not a good one at all. There is a people who just a step in front of you. What will you do if that time is the final where you meet that people in an event. I doubt you'll be crazier to step ten times more.
 But, when you are already ten times in front of her, you found that she's not there anymore to challenge you. Will you able to stop the time or back to the time where you just one step behind? Will you let everyone know about this? If it's me. I wont let it go. No Way!!!


Some people of this picture may happy, some of them maybe look okay but sad but me, I feel painful when I know my weakness and I promise my self to grow it up.


For all of you who ever feel the same thing like I was, be strong and never stop learn till you ten step more. 

J_Vegy
21.39 27/09/2015
Jakarta

Budaya Kolot Orang Indonesia

Akhir-akhir ini saya mendengar berita tentang berbagai hal mengenai kepemimpinan Ahok di DKI Jakarta. Ketika segala masalah mencuat mengenai ibu kota, namanya senantiasa merebak di media. Sebagian orang pro dan sebagian yang lain kontra.
            Dari sekian banyak kasus yang terjadi, saya tertarik untuk mengangkat peristiwa penolakan perda tentang “berjualan kambing kurban di tanah abang”. Tidak ada masalah dengan kegiatan jual beli yang dilakukan oleh para pedagang hewan kurban. Hanya saja, lokasi yang menjadi perdebatan. Ahok menyediakan lapang untuk berjualan sedangkan para pedagang menginginkan budaya berjualan hewan kurban di pinggir jalan tetap dilaksanakan.
            Terlepas dari ahok beragama bukan Islam, pinggir jalan adalah lokasi strategis yang seringkali mengundang urat leher menegang. Bagi anda yang tinggal di DKI Jakarta pasti tahu betul keseringan macet yang terjadi dan sedikit banyak sudah mengerti beberapa penyebab kemacetan. Salah satunya adalah budaya seperti ini. Meskipun hanya beberapa saat tetap saja akan menimbulkan kemacetan.
            Bayangkan jika semua orang pada waktu yang sama berbondong-bondong pergi ke tanah abang untuk membeli kambing. Maka pada saat itu para pembeli akan menempatkan kendaraannya dimana lagi selain di depan kios dadakan tersebut. Otomatis jalan macet dan para pengendara yang sebelumnya sudah mengalami kemacetan harus terus menerus mengalami kemacetan yang menimbulkan sedikit penyakit psikis tanpa disadari.
            Tidak hanya itu, polusi bau kambing beserta kotorannya akan mengurangi kenyamanan bernafas. Belum lagi jika hewan yang dijual tersebut sakit, maka tidak menutup kemungkinan penyakit dari kambing bisa berpindah ke manusia melalui udara. Apa anda suka bau kambing?
            Kerugian lain yang terjadi selain mengganggu lalu lintas dan membuat polusi adalah budaya kolot orang Indonesia bertahan. Jangan marah-marah kalau nanti rupiah terus melemah, sedikit demi sedikit krisis ekonomi, sedikit-sedikit krisis pangan, hingga lama-lama krisis pernafasan. Jika budaya kolot seperti ini dipertahankan, maka berbagai aspek kehidupan tidak melaju. Negara lain terus bergerak karena senantiasa memperbaharui kejanggalan-kejanggalan kondisi yang tidak logis. Maka dari itu, ketika para pedagang kambing memilih untuk mempertahankan budayanya maka jangankan bergeser kearah perekonomian maju, kata berubah hanya menjadi omong kosong belaka.
           


Sabtu, 07 Februari 2015

Free Saturday


自己紹介



                始めまして。私はヴェギーです。
                インドネシアから来ました。今、ジャカルタ国立大学で日本語を勉強します。学生です。月曜日から金曜日まで大学へ行きます。午後、うちへ帰った後で、クリケットを練習します。土曜日と日曜日は休みです。休みの日はいろいろなことをします。例えば、クリケットの試合を見て、アニメを見て、友達と一緒にモールへ行きます。
                どうぞよろしくお願いします。







私の部屋

                私の部屋は国立大学の学生の量の4階にあります。
                部屋にベッドや机や扇風機があります。机は扇風機の横にあります。小さい机です。机の上に本と写真があります。私と友人の写真です。机の横に棚があります。棚に私の服があります。
                それから、机と棚の近くにベットがあります。ベットは量のです。もう4月使いました。
                私の部屋にいろいろなものがあります。私の部屋は明るいから、大好きです。





私の国・町
私の国はインドネシアです。
            インドネシアに、スマトラやボルネオやジャワなど、島がたくさんあります。
            スマトラは,島のバリトンがあります。バリトンは人や車が少しですから、とても静かです。きれいな海岸もたくさんあります。
            インドネシアの人口は二億5000万人ぐらいです。一年で4月が一番暑いです。10月から3月まで雨が多いです。
            インドネシアで一番有名な料理はレンダンです。レンダンはパダンから来ました。肉です。
            インドネシアはユニック国です。皆さん、遊びに来てください。




私の家族



私の家族は5人です。父や母や妹がいます。私たちはインドネシアのバリトン島に住んでいます。
父は椰子の油の会社で働きます。月曜日から金曜日まで5時に会社へ行きます。夜になる時、近くの丘で鈴を探します。父は世界で一番強い人です。



母は主婦で、うちに私たちに食べ物を作りもらいます。かにスープはとてもおいしいです。
妹は二人います。一番は高学校で一年生です。二番はプライグルップで勉強が初めに行きます。
私の家族はみんな一緒に時間をかかることが好きです。毎年、海岸へ行きます。私はいつも楽しみにしています。

   


週末
            私は先週の日曜日、チブブルへいって、クリケットの試合を見に行きました。
            近くの友達はクリケットの試合をするから、一緒にタクシーへ行きました。七時にジャカルタ国立大学で会いました。八時半チブブルに到着しました。人々はあまりたくさんではありませんでした。試合が始める時、雨が降っていました。だから、みんな待ちました。十二時まで雨が止まらないから、試合はチャンセルしました。
            チブブルはきれいなところです。緑が多いし、空気が涼しいし、とても静かです。だから、帰る時友達と一緒にそこの門へ歩いていました。本当に楽しかったです。
            チブブルからうちまでトランスジャカルタで乗りました。道が込んでいましたから、時間がかかりました。五時、うちに着きました。

            疲れましたが、とても楽しい週末でした。



Selasa, 20 Januari 2015

Singapore and Cricket

One day in Singapore


(ticket to Singapore cost Rp 2.357.577 for two person)

I was going to Singapore with my Cricket coach named Yeri, but his name actually long, Yesemberti Orysarpa Rosongna. I don’t know why I could remember how to write his name. Here I will tell you about my journey with him. 
So, 6 PM Indonesian time I wait him in Rawasari with my boyfriend. Twenty five minutes after that he comes. The bus come 30 minutes after, to go to Soekarno-Hatta International Airport. We arrived around 7.28 PM and eat together there. I bought Fried-rice and kwetiaw.




Check in around 8 PM and take off around 22.00 PM.

Indonesia and Singapore has one hour of different. We arrived in Changi International Airport at 00.25 AM. We have to wait until morning. We decided to sleep but I can’t then I just walking around inside the airport.  
(Inside the Changi International Airport)
We are having a glass of coffee at 5 AM to warm our body because of AC’s temperature. After that we have some breakfast in King Burger. We talked about how to be in city to buy Cricket equipment. We also confused about our schedule. There are two things that we should do today. First, going to cricket shop and take some cricket equipment which already in a house in Singapore, A problem of how to connected Changi’s International Airport’s Wifi also. So we decided to come to Cricket shop first. 

Before we are going to city, Changi’s Airport provided a transportation to transfer us into MRT station. The good thing is Sky Train has FREE. There were 3 stations which is T1, T2 and T3. If we want going to MRT’s station then we should wait the Sky Train in T3.


(On the way to Cricket Shop)








When we are exit from the sky train just follow the sign and we can go to city by MRT. The other problem is coming again. We don’t know how to buy the ticket. Singaporean using machine to sell the ticket already, so I ask the employer around us. He helps us to buy the tickets. It cost around 2.4$ to Kallang Station. From Changi’s Airport to Kallang we have to transit in Tanah Merah Station.

My coach and I arrived in Kallang station then we walking to National Stadium and I saw Singapore Flyier. It takes our time around 30 minutes. Actually we should arrive in cricket shop already but the shop is still far from that place so we take taxi. It cost around 6$. When we arrived another problem is my coach doesn’t know exactly the place. After asking some people then we found that place, Singapore Indian Association. 

After we arrived in front of the shop, it’s closed. Hahahaha


(It said CLOSED actually)

(Cricket Ground near the shop)


Finally, Indian guy help us to call the owner and offering us tea milk and bread. We have to wait him until 12 o’clock. It’s 12 already and he’s not come yet. We decided to get out from that building. But when we just take 3 or 5 steps he’s coming. Oh God, thank you so much. That’s good because usually they only open afternoon or night. 








(Tea milk and bread)

One hour pass to buy the cricket equipment. We take taxi to come to Arjun’s house and directly to airport. The driver was nice, he help us to find the address. The address also seems blur to me. Finally, we borrowed his phone to call Arjun’s Father and got the right address. We got the things all in our hand. We arrived in airport around 2.30 PM Singapore time. 
Then we have a lunch. We are take off to Indonesia at 3.30 PM Singapore and arrived at 4.25 PM Indonesian time.
That’s all about my journey with my coach, thank you…


(The Cricket Equipment which we bring from Singapore to Indonesia)

January, 18-19 2015

Vegy J

Kamis, 15 Januari 2015

Watch Cricket

Feel Free to Do Anything

Sebagai manusia kita harus aktif bergerak bak manusia purbakala karena pada hakikatnya kita punya dua kaki untuk berpindah dengan mudah serta punya dua tangan untuk membuat karya dalam bentuk apapun.


Lingkungan yang baik akan selalu memberikan dampak yang baik pula. Sehingga kita tidak ingin sering-sering meninggalkan tempat itu.





Since 3 months ago, Cricket stealing my heart so however how much time I spend for it I never regret. January, 11 2015 I was in Gandhi Memorial International School Ground to watch Cricket Liga with my friends. They are Arti, Umi and Isti. I got so much fun with them. Even sometimes I felt bored.
Actually my boyfriend was a player of one team, Jaguar Cricket Club. So, We brought some paper and voice to bring their spirit up to the top.

Blue-White Uniform

JUNIOR HIGH SCHOOL FLASHBACK

Let me think about it! Just please let me think about it one more time in my busy time, A moment where I wear my blue-white uniform in junior high school.
           
         
               I remember how tomboy I am that day. I remember how hard for me to be a friend of girls, it feels like they don’t like me at all. But, I still a part of them even how quite I was. I feel good enough when I stay near them, doing some silly thing together such as talking about a boy, cycling from house to house of us and swimming in a dangerous ex-mining’s river. Two of my friends were breathless because they can’t swim.
            That day, we went to the ex-mining’s river near my house. I am the one who ask them to swim together. So, Annisa Adelina, Siska Oktaviani, Nur almaliah, Dessy Ayu Lestari, Ade Magdalena, Venny Citra Lestari and Dona Agnesia followed my instruction and stay on river. Some who can swim like me we swam to the other side of river. But they who can’t swim just stay on the edge of the river. Finally, Siska and Caca (Annisa Adelina) moved to far from the edge, so they lost control and sunk in the river. When I realize they are sunk, I move quickly to save them. Some of my friend who stayed in the edge grabbed Siska’s hand and hopefully Annisa reached by Nur too. I sunk in the river and breath-full on the surface after. My heart feels skewered and that was my traumatic thing. We back to our home quickly without telling our family about it. However, I missed that tragic moment and I miss them all.